Senin, 22 April 2013

Tugas 3 Perekonomian Indonesia



Pembangunan Provinsi Jambi

Profil Daerah

Jambi adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di pesisir timur di bagian tengah Pulau Sumatera. Jambi adalah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang ibukotanya bernama sama dengan nama provinsinya, selain Bengkulu dan Gorontalo. Jambi merupakan tempat berasalnya Bangsa Melayu yaitu dari Kerajaan Malayu di Batang Hari Jambi. Bahasa Melayu Jambi sama seperti Melayu Palembang dan Melayu Bengkulu, yaitu berdialek "o".
Provinsi Jambi secara geografis terletak antara 0,45° Lintang Utara, 2,45° Lintang Selatan dan antara 101,10°-104,55° Bujur Timur. Di sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Riau, sebelah Timur dengan Selat Berhala, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan sebelah Barat dengan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Bengkulu. Kondisi geografis yang cukup strategis di antara kota-kota lain di provinsi sekitarnya membuat peran provinsi ini cukup penting terlebih lagi dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah. Kebutuhan industri dan masyarakat di kota-kota sekelilingnya didukung suplai bahan baku dan bahan kebutuhan dari provinsi ini.
Luas Provinsi Jambi 53.435 km2 dengan jumlah penduduk Provinsi Jambi pada tahun 2010 berjumlah 3.088.618 jiwa (Data BPS hasil sensus 2010) . Jumlah penduduk Provinsi Jambi pada tahun 2006 berjumlah 2.683.289 jiwa (Data SUPAS Proyeksi dari BPS Provinsi Jambi. Jumlah Penduduk Provinsi Jambi pada tahun 2005 sebesar 2.657.536 (data SUSENAS) atau dengan tingkat kepadatan 50,22 jiwa/km2. Tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 0,96% dengan PDRB per kapita Rp9.523.752,00 (Angka sementara dari BPS Provinsi jambi. Untuk tahun 2005, PDRB per kapita sebesar Rp8.462.353). Sedangkan sebanyak 46,88% dari jumlah tenaga kerja Provinsi Jambi bekerja pada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan; 21,58% pada sektor perdagangan dan 12,58% pada sektor jasa. Dengan kondisi ketenagakerjaan yang sebagian besar masyarakat di provinsi ini sangat tergantung pada hasil pertanian,perkebunan sehingga menjadikan upaya pemerintah daerah maupun pusat untuk mensejahterakan masyarakat adalah melalui pengembangan sektor pertanian
Masyarakat Jambi merupakan masyarakat heterogen yang terdiri dari masyarakat asli Jambi, yakni Suku Melayu yang menjadi mayoritas di Provinsi Jambi. Selain itu juga ada Suku Kerinci di daerah Kerinci dan sekitarnya yang berbahasa dan berbudaya mirip Minangkabau. Secara sejarah dan budaya merupakan bagian dari varian Rumpun Minangkabau. Juga ada suku-suku asli pedalaman yang masih primitif yakni Suku Kubu dan Suku Anak Dalam. Adat dan budaya mereka dekat dengan budaya Minangkabau. Selain itu juga ada pendatang yang berasal dari Minangkabau, Batak, Jawa, Sunda, Cina, India dan lain-lain.
Sebagian besar masyarakat Jambi memeluk agama Islam, yaitu sebesar 90%, sedangkan sisanya merupakan pemeluk agama Kristen, Buddha, Hindu dan Konghuchu.
Tingkat kesejahteraan penduduk yang tercermin melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat sebesar 71,2 (data BPS tahun 2005). Sedangkan angka pengangguran Provinsi Jambi sebesar 92.772 atau setara dengan 7,8% penduduk Provinsi Jambi (data SAKERNAS bulan Februari).Propinsi Jambi termasuk dalam kawasan segitiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Singapore (IMS-GT). Jarak tempuh Jambi ke Singapura jalur laut melalui Batam dengan menggunakan kapal cepat (jet-foil) ± 5 jam.
Dengan kondisi suhu udara berkisar antara 23 °C sampai dengan 31 °C dan luas wilayah 53,435 km2 di antaranya sekitar 60% lahan merupakan kawasan perkebunan dan kehutanan yang menjadikan kawasan ini merupakan salah satu penghasil produk perkebunan dan kehutanan utama di wilayah Sumatera. Kelapa sawit dan karet menjadi tanaman perkebunan primadona dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit mencapai 400.168 hektar serta karet mencapai 595.473 hektar. Sementara itu, nilai produksi kelapa sawit sebesari 898,24 ribu ton pertahun. Hasil perkebunan lainnya adalah karet, dengan jumlah produksi 240,146 ribu ton per tahun, kelapa dalam (virgin coconut) 119,34 ribu ton per tahun, casiavera 69,65 ribu ton per tahun, serta teh 5,6 ribu ton per tahun. Sementara produksi sektor pertanian yang dihasilkan oleh kawasan bagian barat Provinsi Jambi yaitu beras kerinci, kentang, kol/kubis, tomat dan kedele.
Potensi kekayaan alam di Provinsi Jambi adalah minyak bumi, gas bumi, batubara dan timah putih. Jumlah potensi minyak bumi Provinsi Jambi mencapai 1.270,96 juta m3 dan gas 3.572,44 milyar m3. Daerah cadangan minyak bumi utama di struktur Kenali Asam, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Batanghari dengan jumlah cadangan minyak 408,99 juta barrel. Sedangkan cadangan gas bumi utama di Struktur Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Muaro Jambi dengan jumlah cadangan 2.185,73 milyar m3.
Potensi Ekonomi:
1. Minyak Bumi : Cadangan minyak bumi Provinsi Jambi sebesar 1.270,96 juta m3. Cadangan minyak bumi antara lain terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, struktur Kenali Asam, Kecamatan Jambi Luar Kota dan Kabupaten Batanghari.
2. Gas Bumi : Cadangan gas bumi Provinsi Jambi sebesar 3.572,44 milyar m3. Cadangan tersebut sebagian besar terdapat di Struktur Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Muara Jambi dengan jumlah cadangan 2.185,73 milyar m3.
3. Batubara : Cadangan batubara Provinsi Jambi sebesar 18 juta ton, yang merupakan batubara kelas kalori sedang yang cocok digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik. Cadangan terbesar dijumpai di Kabupaten Muara Bungo.
4. Perkebunan Komoditas perkebunan yang sangat dominan adalah Karet dan Kelapa Sawit. Hal ini didukung dengan program Pemerintah Derah Provinsi Jambi yaitu “Pengembangan Kelapa Sawit Sejuta Hektar” serta “Replanting Karet”. Selain itu, casiavera juga banyak dibudidayakan terutama di daerah Kerinci.

Pembangunan daerah Jambi diberbagai bidang
Walikota Jambi dr. HR Bambang Priyanto menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), selama kurun waktu 2009 hingga 2012 telah melaksanakan semua pengerjaan proyek yang dibidanginya, diantaranya Cipta Karya, Bina Marga serta pengairan dan Drainase. Untuk di bidang Cipta karya, langkah konkrit yang telah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Jambi menurut Walikota, yakni pembangunan jalan-jalan setapak dan jalan lingkungan di pemukiman warga, peningkatan kualitas sarana air bersih yang bertujuan agar warga –warga di Kota Jambi selalu mendapatkan pelayanan air yang bersih.
Pada bidang bina marga, peningkatan dan rehabilitasi jalan berstatus Kota terus dilakukan dengan intens. Dan pada bidang pengairan serta drainase langkah realisasi yang telah diambil selama 2012 ini yakni pembangunan drainase sepanjang 22,60 km. Untuk masalah banjir, Walikota Jambi menyampaikan, Pemerintah Kota Jambi telah menyusun Dokumen – dokumen perencanaan dan DED Drainase serta DED Jambi flood control, dimana untuk Jambi flood control tersebut Pemerintah Kota Jambi juga bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jambi.
Berikut ini merupakan ekspose perkembangan pelaksanaan pembangunan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Jambi dari 3 (tiga) lingkup bidang, yaitu bidang Cipta Karya, Bidang Bina Marga, dan Pengairan dan Drainase Pekerjaan Umum selama lima tahun terakhir (2009-2012):

1.       Bidang Cipta Karya
Pembangunan Jalan Lingkungan / Jalan Setapak
·     Jalan non status yang berada di lingkungan permukiman penduduk yang memiliki lebar maksimal 3 m
·     Selama periode tahun 2009-2012 ditargetkan pembangunan Jalan Lingkungan sepanjang 100 kilometer  dengan cakupan semua  wilayah dalam Kota Jambi
·     Sampai dengan akhir tahun anggaran 2012 telah 117,12 kilometer dengan persentase realisasi capaian target sebesar 117,12%.
·     Pada tahun anggaran 2013 Dinas PU juga telah mengalokasikan dana untuk pembangunan jalan lingkungan sepanjang 75 kilometer.
Pembangunan Sarana Air Bersih
·     Pelaksanaan Pembangunan Sarana Air Bersih ditujukan untuk peningkatan cakupan pelayan dan mendukung Rencana Kinerja PDAM Tirta Mayang Jambi.
·     Sebagai komitmen, Pemerintah Kota Jambi telah melakukan Kerjasama Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Tanjung Sari dengan Pemerintah Provinsi dan PDAM,  melaksanakan instalasi jaringan pipa distribusi melalui sharing dana dengan APBD Provinsi Jambi dan APBN. Selain itu pemerintah Kota Jambi melalui APBD setiap Tahunnya melakukan pemasangan pipa sambungan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

PEMBANGUNAN SARANA AIR LIMBAH
·    Output dari kegiatan Pembangunan sarana air limbah ini adalah pembuatan MCK  dan septicktank komunal yang tersebar di 13 kelurahan dalam Kota Jambi yang masuk dalam kategori kawasan prioritas penanganan sanitasi.
·     Sampai dengan tahun 2013 telah terbangun 65 MCK dan 10 lokasi pembangunan septicktank komunal dengan cakupan masing-masing untuk 15-25 kepala keluarga serta 2 Lokasi Pembangunan SANIMAS.

2. Bidang Bina Marga
Peningkatan dan Rehabilitasi Jalan          
·         Melaksanakan peningkatan dan rehabilitasi jalan yang ber status jalan kota.
·         Total panjang jalan dengan status jalan kota = 506,670  km yang terdiri dari 671 ruas jalan
·         Target selama 5 (lima) periode 2009 - 2013 tahun 100 km, dengan realisasi capaian sampai akhir TA 2012 adalah mencapai  lebih kurang 77,55 km. Pada TA 2013 juga telah dianggarkan kegiatan ini dengan target peningkatan dan rehabilitasi jalan sepanjang 34 km.
·         Selama 5 tahun terakhir  peningkatan dan rehabilitasi jalan menunjukkan pengaruh yang cukup signifikan terhadap perkembangan pertumbuhan ekonomi di Kota Jambi, hal ini dapat dilihat dari peningkatan berbagai sektor perekonomian di Kota Jambi secara signifikan.

3. Bidang Pengairan Dan Drainase :
Pembangunan pengairan dan drainase
·         Drainase : cara pengaliran air menuju ke badan air (sungai),  bukan merupakan pelengkap dari sarana jalan, merupakan bagian yang terpisah dari jalan
·         Pembangunan pengairan dan drainase yang dilakukan oleh pemerintah Kota Jambi selama 5 tahun ini meliputi peningkatan saluran drainase dengan target selama 5 (2009 – 2013) sepanjang 30 km
·         Realisasi capaian target sampai dengan TA 2012 telah terbangun sepanjang 22,60 km dan  pada tahun 2013 sudah dianggarkan untuk peningkatan saluran drainase sepanjang 8,70 km sehingga sampai dengan akhir tahun 2013 mencapai 31.30 km.
·         Dengan kondisi kontur tanah di Kota Jambi yang relatif rata dan pelaksanaan pembangunan dan pemanfaatan lahan yang tinggi maka pemerintah Kota Jambi bersama dengan Pemerintah Provinsi Jambi mengupayakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi waktu genangan akibat hujan pada wilayah-wilayah yang rawan potensi.

·         Saat ini telah disusun Dokumen Perencanaan dan DED Drainase serta DED Jambi Flood Control untuk penanganan Banjir  di Kota Jambi.
4. Dana Hibah dan Bantuan Lainnya di Bidang Pembangunan Pekerjaan Umum
·   Selama periode tahun 2009- 2012 banyak bantuan pendanaan di bidang infrastuktur, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang rata-rata memiliki tujuan yang sama yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat dari bidang pembangunan sanitasi.
·   Hibah dari World Bank berupa dana WASAP-D mengalokasikan anggaran untuk pembangunan MCK dan septicktank komunal yang ditujukan pada kawasan prioritas penanganan sanitasi.
·   Selanjutnya    kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri merupakan kegiatan yang berbasis masyarakat terkait peningkatan lapangan pekerjaan. Kegiatan ini memiliki sasaran Keluarga Miskin di 61 Kelurahan dalam wilayah Kota Jambi.


Kesimpulan    :
Pembangunan di provinsi Jambi merupakan wujud otonomi, dan wujud usaha pemerintah dalam membangun daerah-daerah berpotensi yang dulunya tidak mempunyai fasilitas, infrastruktur, perekonomian dan pembangunan.

http://id.wikipedia.org/wiki/Jambi
http://www.kotajambi.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=879&Itemid=145




Senin, 08 April 2013

Tugas 2 Perekonomian Indonesia



Krisis Ekonomi Pakistan dan Solusinya

Saat ini Pakistan adalah memegang ember yang penuh tantangan beragam yang berbeda, masalah dan krisis di hampir semua yaitu front wajar depan politik, situasi hukum dan ketertiban yang merugikan serta tidak tersedianya infrastruktur bagi pertumbuhan ekonomi.
Ketika krisis keuangan global lebih diperdalam setelah 2008, dengan kelompok asuransi American (AIG), Lehman saudara dan seperti lembaga keuangan atas Amerika Serikat menyerahkan diri pada aliran resesi parah, menolak untuk memberikan jasa keuangan masing-masing dan pada kenyataannya memilih untuk bab 11, tentu tidak menempatkan dampak yang kuat pada asuransi negara dan beberapa sektor lainnya, terutama sektor-sektor tergantung pada investasi berbasis Amerika Serikat. Indikator pada saat itu yang sangat depresi menampilkan gambar yang benar-benar negatif yaitu PDB jatuh menjadi 2,0 persen, inflasi menyentuh di semua waktu tinggi yaitu di 20,08 persen, target ekspor tergelincir sebesar $ 1,3 miliar, dan devaluasi rupiah terjadi pada tingkat 35 persen.
Sekarang setidaknya setiap warga tahu  karena mereka adalah 1 satu untuk mengalami dampak atau efek dari setiap krisis timbal keputusan pemerintah, yaitu beban penumpahan listrik & gas (termasuk alam, dikompresi dan cair dll), harga kembali membobol sangat selangit gas & listrik (penting untuk menyebutkan suatu kenaikan lebih lanjut dalam harga listrik pada arahan IMF masih dalam pertimbangan), bunga yang lebih tinggi tingkat, terus meningkatnya harga bahan bakar dan dengan demikian meningkatkan biaya melakukan bisnis, miskin dan hukum yang merugikan dan situasi ketertiban bahkan menempatkan dampaknya terhadap investor asing dan investasi mereka di negara itu, di samping utang Rs116 miliar atas melingkar juga merupakan utama masalah bersama dengan orang lain, yang dihadapi oleh negara.
Dalam skenario kekurangan energi saat ini, antara dampak lainnya pengaruh yang paling signifikan bahwa tempat-tempat terhadap perekonomian setiap negara adalah menghambat target ekspor dan ketika masalah ini disimpulkan dengan faktor kebijakan ekspor yang salah, tidak menguntungkan dan tidak menguntungkan itu pasti akan menghancurkan ekonomi setidaknya dari sisi ekspor, misalnya membawa kasus Pakistan kebijakan ekspor salah bersama dengan kekurangan energi mengakibatkan kelumpuhan dekat benang katun, dan nilai kapas mentah tambah sektor tekstil begitu banyak sehingga para investor lokal mulai berkemas investasi mereka dan bergeser ke negara-negara tetangga yang berbeda HANYA karena mereka menawarkan kebijakan berbasis lega.
Demikian pula suku bunga yang lebih tinggi dan biaya input menambahkan dengan dua faktor di atas hanya menyakiti ekspor sektor apapun dan bukan hanya sektor-sektor utama. Selama 9 bulan terakhir, ekspor semen mengurangi dengan 14,72 persen, sektor manufaktur kulit turun turun 23,24 persen, barang bedah dengan 9 persen, dan beras basmati, nilai tambah barang tekstil teknik, dan sektor lainnya yang berbeda menunjukkan pertumbuhan negatif belaka .
Sekitar 39 persen peningkatan dalam impor barang kelompok makanan, impor signifikan peralatan transportasi dan tagihan impor minyak berat hanya menambah keparahan skenario dan menciptakan tekanan lebih lanjut pada Rupee dibandingkan dengan devaluasi dolar maka terlihat. Dengan penurunan ekspor dan impor meningkat bagaimana mungkin untuk mencapai tingkat ekonomi yaitu disebut sebagai pulih. Sebuah negara harus menjaga keseimbangan dalam perdagangan dan pembayaran cara untuk membuat konsep neraca pembayaran dan perdagangan menuntut efektif, efisien pembuatan kebijakan.
Lebih lanjut dalam penerapan anggaran mendatang Nilai tambah Pajak dan kenaikan dalam biaya listrik pada arahan IMF dan listrik pricy dari tanaman baru disewa sewa listrik hanya akan menambah penderitaan para investor akhirnya menghambat industrialisasi di Pakistan. Pemberitahuan terakhir dari 2 hari libur per minggu oleh negara akan mempengaruhi siklus ekonomi negara tidak diragukan lagi itu fakta NAMUN penutupan bank akan meningkatkan dampak negatif dari keputusan maka memburuknya perekonomian negara ke tingkat lain. Karena transaksi khususnya pelabuhan terkait sangat penting untuk ekonomi Pakistan, menjadi eksportir dan importir barang dan jasa yang berbeda, oleh karena itu keputusan hanya memerlukan amandemen bit tidak SEMUA tetapi beberapa cabang harus ditutup setidaknya memberikan investor kemudahan dalam melakukan bisnis mereka dengan cara mereka sendiri.
Terakhir namun tidak sedikit itu adalah keharusan bagi pemerintah untuk mengandalkan sumber daya sendiri dalam rangka untuk menyingkirkan tantangan ini mengkhawatirkan dan hambatan dalam pemulihan ekonomi.

Solusi yang Mungkin Bisa Dilakukuan dari Semua Masalah di atas

1.       Membawa konsensus di antara massa pada pembangunan bendungan dan pemanfaatan sumber daya batubara berkhasiat untuk lebih datang krisis listrik ini sekali dan untuk semua. Pemerintah harus melonggarkan kebijakan fiskal, meningkatkan pengeluaran pada proyek pembangunan dan harus mengurangi pengeluaran non pembangunan mereka. Ini harus mengurangi kebijakan pajak "tidak memaksakan pajak baru meningkatkan dan memperluas basis pajak" harus menjadi kebijakan pemerintah untuk tujuan ini sektor baru harus dieksplorasi.

2.        Penekanan harus ditempatkan pada pajak langsung daripada pajak tidak langsung. Tingkat diskonto dan inflasi harus dalam satu digit. Negara bank harus membuat peraturan bagi perbankan bank komersial menjaga menyebar sekitar 2-3 persen.

3.       Mendorong tabungan dengan meningkatkan tingkat pengembalian obligasi tabungan dll mengakibatkan apresiasi dari Rupee Pakistan nilai.

4.       Selain penghargaan tingkat tabungan yang tinggi Rupee juga memungkinkan pemerintah untuk meningkatkan modal jangka panjang untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur serta dalam mengatasi defisit anggaran sampai saat ini.

5.       Sertifikat keuangan Syarat dan kemitraan swasta publik harus didorong pada kenyataannya diprioritaskan untuk meningkatkan pertumbuhan infrastruktur dan ini akan memberikan hasil yang pasti berbuah karena dalam kasus kapal mitra publik swasta kepentingan umum yang dipertaruhkan mereka melibatkan hiruk-pikuk proses pengambilan keputusan yang memberi mereka wawasan menyebabkan mereka untuk bertanggung jawab atas tindakan perusahaan,