Senin, 21 Januari 2013

Bab 14 Bisnis Internasional

Bisnis Internasional

Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan antara Negara yang satu dengan Negara yang lain.

HAKIKAT BISNIS INTERNASIONAL
Seperti tersebut diatas bahwa Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas – batas suatu Negara. Transaksi bisnis seperti ini merupakan transaksi bisnis internasional. Adapun transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu Negara dengan Negara lain yang sering disebut sebagai Bisnis Internasional (International Trade). Dilain pihak transaksi bisnis itu dilakukan oleh suatu perusahaan dalam sutu Negara dengan perusahaan lain atau individu di Negara lain disebut Pemasaran Internasional atau International Marketing. Pemasaran internasional inilah yang biasanya diartikan sebagai Bisnis Internasional, meskipun pada dasarnya ada dua pengertian. Jadi kita dapat membedakan adanya dua buah transaksi Bisnis Internasional yaitu :
 
a. Perdagangan Internasional (International Trade)
Dalam hal perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar Negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka akan timbul “NERACA PERDAGANGAN ANTAR NEGARA” atau “BALANCE OF TRADE”. Suatu Negara dapat memiliki Surplus Neraca Perdagangan atau Devisit Neraca Perdagangannya. Neraca perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana Negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai impor yang dilakukan dari Negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke Negara itu akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke Negara partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar antar Negara tersebut sering disebut sebagai “NERACA PEMBAYARAN” atau “BALANCE OF PAYMENTS”. Dalam hal ini neraca pembayaran yang mengalami surplus ini sering juga dikatakan bahwa Negara ini mengalami PERTAMBAHAN DEVISA NEGARA. Sebaliknya apabila Negara itu mengalami devisit neraca perdagangannya maka berarti nilai impornya melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya dengan Negara lain tersebut. Dengan demikian maka Negara tersebut akan mengalami devisit neraca pembayarannya dan akan menghadapi PENGURANGAN DEVISA NEGARA.
 
b. Pemasaran International (International Marketing)
Pemasaran internasional yang sering disebut sebagai Bisnis Internasional (International Busines) merupakan keadaan dimana suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan Negara lain, perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri. Dalam hal semacam ini maka pengusaha tersebut akan terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan masuknya langsung dan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan itu tidak saja berupa barang akan tetapi dapat pula berupa jasa. Transaksi bisnis internasional semacam ini dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain :
- Licencing
- Franchising
- Management Contracting
- Marketing in Home Country by Host Country
- Joint Venturing
- Multinational Coporation (MNC)
 
Semua bentuk transaksi internasional tersebut diatas akan memerlukan transaksi pembayaran yang sering disebut sebagai Fee. Dalam hal itu Negara atau Home Country harus membayar sedangkan pengirim atau Host Country akan memperoleh pembayaran fee tersebut.
Pengertian perdagangan internasional dengan perusahaan internasional sering dikacaukan atau sering dianggap sama saja, akan tetapi seperti kita lihat dalam uraian diatas ternyata memang berbeda. Perbedaan utama terletak pada perlakuannya dimana perdagangan internasinol dilakukan oleh Negara sedangkan pemasaran internasional adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Disamping itu pemasaran internasional menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif serta lebih progresif dari pada perdagangan internasional.
ALASAN MELAKSANAKAN BISNIS INTERNASIONAL
beberapa alasan untuk melaksanakan bisnis internasional antara lain berupa :
1. Spesialisasi antar bangsa – bangsa
Dalam hubungan dengan keunggulan atau kekuatan tertentu beserta kelemahannya itu maka suatu Negara haruslah menentukan pilihan strategis untuk memproduksikan suatu komoditi yang strategis yaitu :
a. Memanfaatkan semaksimal mungkin kekuatan yang ternyata benar-benar paling unggul sehingga dapat menghasilkannya secara lebih efisien dan paling murah diantara Negara-negara yang lain.
b. Menitik beratkan pada komoditi yang memiliki kelemahan paling kecil diantara Negara-negara yang lain
c. Mengkonsentrasikan perhatiannya untuk memproduksikan atau menguasai komoditi yang memiliki kelemahan yang tertinggi bagi negerinya

· Keunggulan absolute (absolute advantage)
Suatu negara dapat dikatakan memiliki keunggulan absolut apabila negara itu memegang monopoli dalam berproduksi dan perdagangan terhadap produk tersebut. Hal ini akan dapat dicapai kalau tidak ada negara lain yang dapat menghasilkan produk tersebut sehingga negara itu menjadi satu-satunya negara penghasil yang pada umumnya disebabkan karena kondisi alam yang dimilikinya, misalnya hasil tambang, perkebunan, kehutanan, pertanian dan sebagainya. Disamping kondisi alam, keunggulan absolut dapat pula diperoleh dari suatu negara yang mampu untuk memproduksikan suatu komoditi yang paling murah di antara negara-negara lainnya. Keunggulan semacam ini pada umumnya tidak akan dapat berlangsung lama karena kemajuan teknologi akan dengan cepat mengatasi cara produksi yang lebih efisien dan ongkos yang lebih murah.
 
· Keunggulan komperatif (comparative advantage)
Konsep Keunggulan komparatif ini merupakan konsep yang lebih realistik dan banyak terdapat dalam bisnis Internasional. Yaitu suatu keadaan di mana suatu negara memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk menawarkan produk tersebut dibandingkan dengan negara lain. Kemampuan yang lebih tinggi dalam menawarkan suatu produk itu dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk yaitu :
a. Ongkos atau harga penawaran yang lebih rendah.
b. Mutu yang lebih unggul meskipun harganya lebih mahal.
c. Kontinuitas penyediaan (Supply) yang lebih baik.
d. Stabilitas hubungan bisnis maupun politik yang baik.
e. Tersedianya fasilitas penunjang yang lebih baik misalnya fasilitas latihan maupun transportasi.
 
Suatu negara pada umumnya akan mengkonsentrasikan untuk berproduksi dan mengekspor komoditi yang mana dia memiliki keunggulan komparatif yang paling baik dan kemudian mengimpor komoditi yang mana mereka memiliki keunggulan komparatif yang terjelek atau kelemahan yang terbesar. Konsep tersebut akan dapat kita lihat dengan jelas dan nyata apabila kita mencoba untuk menelaah neraca perdagangan negara kita (Indonesia) misalnya. Dari neraca perdagangan itu kita dapat melihat komoditi apa yang kita ekspor adalah komoditi yang memiliki keunggulan komparatif bagi Indonesia dan yang kita impor adalah yang keunggulan komparatif kita paling lemah.
 
2. Pertimbangan pengembangan bisnis
Perusahaan yang sudah bergerak di bidang tertentu dalam suatu bisnis di dalam negeri seringkali lalu mencoba untuk mengembangkan pasarnya ke luar negeri. Hal ini akan menimbulkan beberapa pertimbangang yang mendorong mengapa suatu perusahaan melaksanakan atau terjun ke bisnis internasiional tersebut :
 
a. Memanfaatkan kapasitas mesin yang masih menganggur yang dimiliki oleh suatu perusahaan
 
b. Produk tersebut di dalam negeri sudah mengalami tingkat kejenihan dan bahkan mungkin sudah mengalami tahapan penurunan (decline phase) sedangkan di luar negeri justru sedang berkembang (growth)
 
c. Persaingan yang terjadi di dalam negeri kadang justru lebih tajam katimbang persaingan terhadap produk tersebut di luar negeri
 
d. Mengembangkan pasar baru (ke luar negeri) merupakan tindakan yang lebih mudah ketimbang mengembangkan produk baru (di dalam negeri)
 
e. Potensi pasar internasional pada umumnya jauh lebih luas ketimbang pasar domestic
 
TAHAP-TAHAP DALAM MEMASUKI BISNIS INTERNASIONAL
Perusahaan yang memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat atau melibatkan diri secara bertahap dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Adapun tahap tersebut secara kronologis adalah sebagai berikut :
1. Ekspor Insidentil
2. Ekspor Aktif
3. Penjualan Lisensi
4. Franchising
5. Pemasaran di Luar Negeri
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
 
EKSPOR INSIDENTIL (INCIDENT At EXPORT)
Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.
 
EKSPOR AKTIF (ACTIVE EXPORT)
Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak pasif. Oleh karena itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “ekspor aktif”, sedangkan tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau “Purchasing”.
 
PENJUAlAN LISENSI (LICENSING)
Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.
 
FRANCHISING
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk “Franchising”. Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai “Franchisee” sedangkan perusahaan pemberi disebut sebagai “Franchisor”. Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya.
 
HAMBATAN DALAM MEMASUKI BISNIS INTERNASIONAL
Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestic. Negara lain tentu saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kai menghambat terlaksannya transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau budaya Negara lain tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena itu maka terdapat beberapa hambatan dalam bisnis internasional yaitu :
1. Batasan perdagangan dan tariff bea masuk
2. Perbedaan bahasa, social budaya/cultural
3. Kondisi politik dan hokum/perundang-undangan
4. Hambatan operasional
 
PERBEDAAN BAHASA, SOSIAL BUDAYA / KULTURAL
Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan hambatan bagi kelancaran bisnis Internasional, hal ini disebabkan karena bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Tanpa komunikasi yang baik maka hubungan bisnis sukar untuk dapat berlangsung dengan Iancar. Hambatan bahasa ini pada saat ini semakin berkurang berkat adanya bahasa Internasional yaitu bahasa lnggris. Meskipun demikian perbedaan bahasa ini tetap merupakan hambatan yang harus diwaspadai dan dipelajari dengan baik karena suatu ungkapan dalam suatu bahasa tertentu tidak dapat diungkapkan secara begitu saja (letterlijk) dengan kata yang sama dengan bahasa yang lain. Bahkan suatu merek dagang atau nama produk pun dapat memiliki arti yang lain dan sangat negatif bagi suatu negara tertentu. Sebagai contoh pabrik mobil Chevrolet yang memberikan nama suatu jenis mobilnya dengan nama “Chevrolet’s Nova”, pada hal di negara Spanyol kata “No Va” berarti “tidak dapat berjalan”. Oleh karena itu maka sangat sulit untuk memasarkan produk tersebut di negara Spanyol tersebut.
Perbedaan kondisi sosial budaya merupakan suatu masalah yang harus dicermati pula dalam melakukan bisnis Internasional. Misalnya saja pemberian warna terhadap suatu produk ataupun bungkusnya harus hati-hati karena warna tertentu yang di suatu negara memiliki arti tertentu di negara lain dapat bermakna yang bertentangan. Perbedaan budaya ataupun kebiasaan juga perlu diperhatikan. Misalnya orang Jepang memiliki kebiasaan untuk tidak mau mendekati wanita bila membeli di supermarket, sehingga hal ini membawa konsekuensi bahwa barang-barang yang berupa alat-alat kosmetik pria jangan ditempatkan berdekatan dengan kosmetik wanita, sebab tidak akan didekati oleh pembeli pria.
 
HAMBATAN POLITIK, HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN
Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis dari kedua negara tersebut. Sebagai contoh yang ekstrim Amerika melakukan embargo terhadap komoditi perdagangan dengan negara-negara Komunis.
Ketentuan Hukum ataupun Perundang-undang yang berlaku di suatu negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis internasional. Misalnya negara-negara Arab melarang barang-barang mengandung daging maupun minyak babi.
Lebih dan itu undang-undang di negaranya sendiri pun juga dapat membatasi berlangsungnya bisnis Internasional, misalnya Indonesia melarang ekspor kulit mentah ataupun setengah jadi, begitu pula rotan mentah dan setengah jadi dan sebagainya.
 
HAMBATAN OPERASIONAL
Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang lain adalah berupa masalah operasional yakni transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan tersebut dari negara yang satu ke negara yang lain. Transportasi ini seringkali sukar untuk dilakukan karena antara kedua negara itu belum memiliki jalur pelayaran kapal laut yang reguler. Hal ini akan dapat mengakibatkan bahwa biaya pengangkutan atau ekspedisi kapal laut untuk jalur tersebut akan menjadi sangat mahal. Mahalnya biaya angkut itu dikarenakan selain keadaan bahwa kapal pengangkutnya hanya melayani satu negara itu saja yang biasanya lalu mahal, maka kembalinya kapal tersebut dati negara tujuan itu akan menjadi kosong. Perjalan kapal kosong di samudera luas akan sangat membahayakan bagi keselamatan kapal itu sendiri.
 
PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Perusahaan multinasional pada hakikatnya adalah suatu perusahaan yang melaksanakan kegiatan secara internasional atau dengan kata lain melakukan operasinya di beberapa Negara. Perusahaan macam ini sering disebut Multinasional Corporations yang biasanya disingkat MNC. Era Globalisasi yang melanda dunia pada saat ini dimana dalam kondisi itu tidak ada satu Negara pun di dunia ini yang terbebas dan tak terjangkau oleh pengaruh dari Negara lain. Setiap Negara setiap saat akan selalu terpengaruh oleh tindakan yang dilakukan oleh Negara lain. Hal ini bisa terjadi karena pada saat ini kita berada dalam abad komunikasi, sehingga dengan cara yang sangat cepat dan bahkan dalam waktu yang bersamaan kita dapat mengetahui suatu kejadian yang terjadi di setiap Negara di manapun di dunia ini.
Dari keadaan itu maka seolah-olah tidak ada lagi batas-batas antara negara yang satu dengan negara yang lain. Kehidupan sehari-hari menjadi lebih bersifat sama. Dengan kecenderungan yang terjadi pada saat ini bahwa permintaan ataupun kebutuhan masyarakat di mana pun di dunia ini mendekati hal yang sama. Kebutuhan akan barang-barang konsumsi atau untuk kehidupan sehari-hari cenderung tidak berbeda antara negara yang satu dengan negara lain. Kebutuhan akan sabun mandi, sabun cuci, alat-alat tulis, alat-alat kantor, pakaian, juga perabot rumah tangga dan sebagainya tidaklah banyak berbeda antara masyarakat Indonesia dengan Filipina, Jepang, Korea, Arab atupun di Eropa dan Amerika.
Kecenderungan untuk adanya kesamaan inilah yang mendorong perusahaan untuk beroperasi secara Internasional Perusahaan yang demikian akan mencoba untuk mencari tempat pabrik guna memproduksikan barang-barang tersebut yang paling murah dan kemudian memasarkannya keseluruh penjuru dunia sehingga akan menjadi lebih ekonomis dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Di samping itu adanya batasan-batasan ekspor-impor antar negara mendorong suatu perusahaan untuk memproduksikan saja barang itu di negeri itu sendiri dan kemudian menjualnya di negeri itu juga meskipun pemiliknya adalah dari luar negeri. Dengan cara itu maka problem pembatasan ekspor-impor menjadi tidak berlaku lagi baginya. Banyak contoh perusahaan multinasional ini misalnya saja: Coca Cola, Colgate, Johnson & Johnson, IBM, General Electric, Mitzubishi Electric, Toyota, Philips dari negeri Belanda, Nestle dari Switzerland, Unilever dari Belanda dan lnggris, Bayer dati Jerman, Basf juga dari Jerman, Ciba dari Switzerland dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

Bab 13 Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis


Bab 13 Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis

Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis
Tanggung Jawab Sosial ( Social Responbility ) merupakan Etika mempengaruhi perilaku pribadi di lingkungan kerja atau suatu usaha bisnis untuk menyeimbangi komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya. Contohnya adalah : bertanggung jawab terhadap investor, untuk memaksimalkan profit, karyawan, konsumen, dan bisnis lainnya.

1. Benturan Terhadap Kepentingan Masyarakat
Proses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan (masyarakat dengan perusahaan). Terjadi pada berbagai tingkat perusahaan (besar, menengah, maupun kecil). Benturan ini kerap kali karena perusahaan menimbulkan polusi (udara, air limbah, suara bahkan mental kejiwaan).

Klasifikasi Aspek Pendorong Tanggung Jawab Sosial
Dalam menunaikan tanggung jawab sosial, perusahaan dituntut untuk mengindahkan etika bisnis. Hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :

1. Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat. Seringkali menghadapi kendala berupa adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan dan diperhitungkan dalam untung-rugi perusahaan.

2. Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanisme pebisnis yang melibatkan rasa, karsa dan karya yang ikut mendorong diciptakannya etika bisnis yang baik dan jujur. Penerapan prinsip manajemen terbuka, hubungan industrialis Pancasila, Pengendalian mutu terpadu dengan gugus kendali mutunya merupakan contoh-contoh penerapan manajemen yang berorientasi hubungan kemanusiaan.

2. Dorongan tanggung jawab sosial
Klasifikasi masalah sosial yang mendorong pelaksanaan tanggung jawab sosial pada sebuah bisnis salah satunya adalah pada Penerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan.
Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan.
Penerapan manajemen akan menimbulkan hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antara pelaku bisnis dan dari pihak luar. Manfaat tersebut adalah, sebagai berikut :

a. Peningkatan modal kerja karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan produktivitas kerja.

b. Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen parsitipatif.

c. Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyamanan kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik.

d. Peningkatan mutu produksi yang diakibatkan oleh terbentuknya rasa percaya diri karyawan.

e. Kepercayaan konsumen yang meningkat dan merupakan modal dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan.

3.. Etika Bisnis
Merupakan penerapan secara langsung tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Etika pergaulan dalam melaksanakan bisnis disebut etika pergaulan bisnis,yitu sebagai berikut :

a. Hubungan Antara Bisnis Dengan Konsumen : Merupakan pergaulan antara konsumen dengan produsen dan paling banyak ditemui

b. Hubungan Dengan Karyawan : Bentuk hubungan ini meliputi : penerimaan (recruitment), latihan (training), promosi, transfer, demosi, maupun pemberhentian (determination). Dimana semua bentuk hubungan tersebut harus dijalankan secara objektif dan jujur.

c. Hubungan Antar Bisnis : Merupakan hubungan yang terjadi diantara perusahaan, baik perusahaan kolega, pesaing, penyalur, grosir, maupun distributornya.

d. Hubungan Dengan Investornya : Pemberian informasi yang benar terhadap investor maupun calon investor merupakan bentuk hubungan ini. Sehingga dapat menghindari pengambilan keputusan yang keliru.

e. Hubungan Dengan Lembaga-Lembaga Keuangan : Hubungan dengan lembaga keuangan terutama Jawatan Pajak pada umumnya merupakan hubungan yang bersifat financial, berkaitan dengan penyusunan Laporan Keuangan.

4. Bentuk - bentuk Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis
Penjabaran dari kepedulian sosial dari suatu bisnis berbentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial bisnis. Sejalan dengan itu dapat dilihat bahwa semakin tinggi tingkat kepedulian sosial suatu bisnis maka semakin meningkat pula pelaksanaan praktek bisnis etik masyarakat. Beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial yang dapat kita temui di Indonesia adalah :

* Pelaksanaan Hubungan Industrialis Pancasila (HIP)
Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah banyak dijalankan pengusaha dengan karyawannya dan dituangkan dalam buku. Dimana diatur kewajiban dan hak masing-masing pihak. Beberapa contoh hak karyawan adalah cuti, tunjangan hari raya, dan pakaian kerja.
* Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Penanganan limbah industri sebagai bagian dari produksi sebagai bentuk partisipasi menjaga lingkungan.
* Penerapan Prinsip Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)
Penekanan pada faktor keselamatan pekerja dengan menggunakan alat-alat yang berfungsi menjaga keselamatan, seperti topi pengaman, masker pelindung, maupun pakaian khusus lainnya.
* Perkebunan Inti Rakyat (PIR)
Sistem perkebunan yang melibatkan perkebunan besar milik negara dan kecil milik masyarkat. Perkebunan besar berfungsi sebagai inti dan motor penggerak perkebunan dimana semua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil disekitarnya yang berfungsi sebagai plasma.
* Sistem Bapak Angkat-Anak Angkat
Sistem ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat pengusaha kecil/menengah sebagai mitra kerja yang harus mereka bina. Terkadang hal ini menyebabkan masalah kepada pengusaha besar. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran tinggi dalam pelaksanaannya.


Sumber :
>http://www.google.co.id/search
> http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis-20/
> http://dwisetiati.wordpress.com/2010/12/20/tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis/

Jumat, 18 Januari 2013

Tugas Remedial UTS



NAMA             :   Agus Febrianto
NPM                :  20212389
KELAS            :  1EB04

1. Dik : Jumlah siswa = 40 orang
    Yang menyukai mat-eko = 80%
    Yang menyukai mat-eko & peng. Bisnis = 50%
    Yang menyukai peng. Bisnis = 60%
Ditanya : jumlah siswa yang tidak suka mat-eko & peng. Bisnis  ?

Penyelesaian :

Yang menyukai Mat-eko = 80/100 . 40 = 32 orang
Yang menyukai Mat-eko & peng. Bisnis = 50/100 . 40 = 20 orang
Yang menyukai Peng. Bisnis = 60/100 . 40 = 24 orang
Yang hanya menyukai mat-eko = 32 orang – 20 orang = 12 orang
Yang hanya menyukai peng. Bisnis = 24 orang – 20 orang = 4 orang
Yang tidak menyukai mat-eko&peng. Bisnis = 32 orang – 24 orang = 8 orang

Gambarnya sebagai berikut :



 Keterangan : A = yang hanya menyukai Mat-eko
                        B = yang hanya menyukai Peng. Bisnis
                        S = yang tidak menyukai keduanya.



 2. A. 2/5 + 3/7 = 14/35 + 15/35 = 29/35 = 1 6/35











3.  Pd = 15 – Q Ps = 5 + Q
     Qd = 15 - P -Q = 5 
     - P = -5 + P


                                             Qd = Qs
                                         
                                         15 - P = -5 + P Qs = -5 + P
                                         -P – P = -5 – 15 = -5 + 10
                                             -2P = -20 = 5
                                                P = 10




Jadi, harga keseimbangan pasar senilai Rp. 10, dan kuantitas keseimbangan pasarnya  sebanya 5 unit

4. Dik  :   P      =   3.000.000
                n      =   5 tahun
                i       =   10%
    Dit   :   Jumlah yang harus dibayar saat jatuh tempo

    Jawab 
                i       =   1 + ( 10% )thn    =    1 + ( 0,1 )360
                                      thn                         360
                                                               =   1 + 1,14   =  2,14
                   
                                 Rp 3000.000  x  10,7  =   Rp 321.00
Jadi, yang harus dibayar saat jatuh tempo       =   Rp 3.000.000 + 321.000
                                                                     =   Rp 3.321.000

Jumat, 04 Januari 2013

profil Universitas Gunadarma

Profil Universitas Gunadarma


 
 
 Pada 7 Agustus 1981 berdiri Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) di Jakarta yang tiga tahun kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 13 Januari 1990, berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma (STIE Gunadarma). Pada tahun 1993, STMIK dan STIE membuka Program Magister dengan konsentrasi Manajemen Sistem Informasi untuk STMIK serta Magister Manajemen untuk STIE. Selanjutnya, melalui S.K. Dirjen DIKTI No.92/Kep/Dikti/1996 tertanggal 3 April 1996, STMIK dan STIE Gunadarma melebur menjadi UNIVERSITAS GUNADARMA bersama dengan empat fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Sastra. Membuka milenium baru, Universitas Gunadarma membuka Program Doktor Ilmu Ekonomi berdasarkan ijin Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Republik Indonesia No. 55/DIKTI/2000 yang diikuti dengan pembukaan Program Doktor Teknologi Informasi berdasarkan ijin Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Republik Indonesia No. 3716/P/T/2002.
Setelah melalui perjuangan panjang dalam menghadapi berbagai tantangan, Universitas Gunadama telah menjelma menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia. Pengalaman selama 25 tahun yang diiringi pengabdian dan dedikasi tenaga pengajar; komitmen yayasan dan pimpinan; pengadaan fasilitas pembelajaran serta kepercayaan masyarakat, Universitas Gunadarma terus berupaya menghasilkan lulusan yang berguna dan bisa mendarmabaktikan kompetensinya demi membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Beberapa tonggak historis Universitas Gunadarma dalam kurun waktu seperempat abad disajikan dalam Tabel 1.1. Tabel 1.1. Tonggak Historis Universitas Gunadarma No. Hari Tanggal Peristiwa 1. Jumat 7 Agustus 1981 Pendirian Pusat Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) 2. Senin 10 Agustus 1981 Kuliah perdana mahasiswa PPIK 3. Jumat 9 September 1983 PPIK diubah status dan namanya menjadi Akademi Sains dan Komputer Indonesia (ASKI) 4. Senin 9 Juli 1984 Nama Yayasan Pendidikan Gunadarma dicanangkan 5. Selasa 10 Juli 1984 ASKI diubah status dam namanya menjadi Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG) 6. Selasa 14 Agustus 1984 Ijin Operasional Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG) diperoleh 7. Jumat 28 September 1984 Wisuda Sarjana Muda pertama 8. Sabtu 9 Maret 1985 Peletakan batu pertama pembangunan Kampus D 9. Sabtu 5 Oktober 1985 STKG yang berubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma memeroleh status “Terdaftar“ 10. Senin 5 Januari 1987 Peresmian penggunaan Kampus D 11. Selasa 13 Januari 1987 Sidang Sarjana (S1) pertama 12. Sabtu 24 Januari 1987 Wisuda Sarjana (S1) pertama 13. Selasa 16 Juni 1987 Ujian Negara Cicilan pertama 14. Senin 4 Januari 1988 Program Studi Manajemen Informasi (MI) dan Teknik Komputer (TK) memeroleh status “Diakui” 15. Selasa 4 Juli 1989 Program Studi Teknik Informatika (TI) dibuka 16. Sabtu 12 Agustus 1989 Program Studi Manajemen Informasi (MI) dan Teknik Komputer (TK) memeroleh status “Disamakan” 17. Kamis 7 September 1989 Program Studi Teknik Informatika (TI) memeroleh status “Terdaftar” 18. Sabtu 13 Januari 1990 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) berdiri 19. Kamis 8 Feuari 1990 Peresmian penggunaan Kampus Salemba 53 20. Kamis 16 Juni 1990 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) memeroleh status “Terdaftar” 21. Kamis 28 Maret 1991 Peletakan batu pertama pembangunan Kampus E 22. Rabu 19 Juni 1991 Program Studi Teknik Informatika (TI) memeroleh status “Diakui” 23. Selasa 17 September 1991 Peresmian penggunaan Kampus E 24. Kamis 20 Feuari 1992 Program Studi Teknologi Informasi (TI) memeroleh status “Disamakan” 25. Senin 10 Mei 1993 Program Magister Manajemen dan Magister Manajemen Sistem Informasi dibuka 26. Jumat 24 September 1993 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) memeroleh status “Disamakan” 27. Rabu 3 April 1996 Universitas Gunadarma (UG) berdiri 28. Selasa 11 Agustus 1998 Program Studi Teknik Informatika (S1) memeroleh peringkat akreditasi A dari BAN-PT 29. Selasa 3 Agustus 1999 Program Magister Teknik Elektro dibuka 30. Jumat 10 Maret 2000 Program Doktor Ilmu Ekonomi dibuka 31. Rabu 22 Mei 2002 Program Magíster Sastra, Magíster Psikologi, dan Magíster Sipil dibuka 32 Senin 17 Juni 2004 Program D3 Kebidanan dibuka 33. Kamis 13 September 2004 Peresmian penggunaan Kampus J Keberadaan dan perkembangan Universitas Gunadarma sampai saat ini merupakan keberhasilan penerapan prinsip otonomi perguruan tinggi di tingkat institusi. Prinsip otonomi ini menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Universitas Gunadarma dengan tetap mengikuti perkembangan eksternal, khususnya kebijakan, peraturan dan perundangan yang berlaku. Selain itu, perjalanan yang relatif panjang tersebut juga menunjukkan kepemimpinan yang teruji dan luwes dalam menghadapi berbagai perubahan dan kebijakan yang terkait dalam pengelolaan perguruan tinggi. Kepemimpinan dan sistem pengelolaannya mengacu kepada tata kelola universitas yang baik (good university governance) yang telah ditetapkan. Perkembangan berikutnya terjadi pada awal tahun 2006. Pada waktu itu Gunadarma mulai meluluskan doktor di bidang Teknologi Informasi/Ilmu Komputer setelah sebelumnya mereka menempuh ujian tertutup di Dijon, Perancis, pada bulan September 2005. Gunadarma yang dimulai dari bentuk sekolah tinggi dan menanjak menjadi universitas, kini sampai ke taraf universitas penuh dengan meluluskan peserta didik dari jenjang diploma, sarjana, magister, dan doktor. Info lebih lanjut kunjungi situs resmi Gunadarma

Visi
Pada tahun 2012 Universitas Gunadarma menjadi Universitas berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkemuka di Indonesia yang kontribusinya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat diakui (recognized), baik di tingkat regional maupun internasional

Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang berkualitas dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.
2. Menciptakan suasana akademik yang mendukung terselenggaranya kegiatan penelitian yang bertaraf internasional dan bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia.
3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai ujud pengejawantahan tanggung jawab sosial institusi (university social responsibility).
4. Menyelenggarakan kerjasama dengan pelbagai institusi, baik di dalam maupun di luar negeri. 5. Mengembangkan organisasi institusi dalam rangka merespon pelbagai perubahan yang terjadi.

http://www.gunadarma.ac.id/en/page/sejarah-universitas-gunadarma.html

soal softskill


BAB        1

1.    Kebijakan bisnis dibuat untuk melindungi usaha kecil dan menengah karena mayaritas bisnis Negara kita di dominasi oleh usaha-usaha menengah ke atas termaksud pengertian dari
A.      Melindungi lingkungan hidup sekitar
B.      Melindungi usaha kecil dan menengah
C.      Melindungi konsumen
D.      Pendapatan pemerintah
2.       Suatu proses yang terjadi adanya penjual, pembeli, dan barang yang ingin diperdagangkan, termaksud pengertian dari
A.      Perdagangan
B.      Penyimpanan
C.      Pembelanjaan
D.      Penyampaian informasi
3.       Yang tidak termadsud unsur-unsur penting kegiatan ekonomi adalah
A.      Manusia
B.      Modal
C.      Material
D.      Utang
4.       Proses merubah suatu manfaat benda menjadi manfaat nemda lain termaksud pengertian dari
A.      Pembelanjaan
B.      Penyimpanan
C.      Perdagangaan
D.      Penyampaian informasi
5.       Langkah utama untuk berwirausaha adalah
A.      Pembelanjaan
B.      Penyimpanan
C.      Bisnis
D.      Material

BAB 2   

1.       Tempat dimana perusahaan itu melakukan kegiatan fisik
A.      Lokasi perusahaan
B.      Modal
C.      Utang
D.      Rekayasa ulang
2.       Tempat dimana melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa disebut dengan
A.      Modal
B.      Perusahaan
C.      Rekayasa ulang
D.      Utang
3.       Menurut Igor Ansoff dan Edward J. Mc. Donnell kinerja petensial perusahaan dikatakan optimal bila ada berapa
A.      1
B.      2
C.      3
D.      4
4.       Ada berapa mendiagnosa strategi perusahaan hendaknya mengikuti prosedur
A.      6
B.      7
C.      8
D.     9
5.       Ada berapa unsur-unsur pokok rekayasa ulang
A.      2
B.      3
C.      4
D.      5

 
BAB 3

1.       Ada berapa perusahaan umum yang digunakan para pelaku bisnis di Indonesia
A.      5
B.      6
C.      7
D.      4
2.       Seorang yang bertanggungjawab penuh terhadap semua resiko dan aktifitas perusahaan adalah
A.      Firma
B.      Perusahaan perorangan
C.      Perseroan terbatas
D.      Perseroan komanditer
3.       Bentuk perusahaan kedua setelah PT  yang paling banyak digunakan para pelaku bisnis adalah
A.      Perseroan komanditer
B.      Firma
C.      Perusahaan perorangan
D.      Perseroan terbatas
4.       perusahaan unit bisnis negara yang seluruh modal dan kepemilikan dikuasai oleh pemerintah dengan tujuan untuk memberikan penyediaan barang dan jasa  public adalah
A.      Perusahaan perorangan
B.      Perusahaan umum
C.      Firma
D.     Perseroan terbatas
5.       Dua atau lebih dengan bersama melaksanakan usaha, umumnya dibentuk oleh orang-orang yang memiliki keahlian disebut dengan
A.      Firma
B.      Perseroan komanditer
C.      Perseroan terbatas
D.      Perusahaan perorangan






BAB 4

1.       Kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko dengan menginventasikan dan mempertaruhkan waktu, uang disebut juga dengan
A.      Keeiraswastaan
B.      Wiraswasta
C.      Wiraswastawan
D.      Capital
2.       Ada berapa peranan wiraswastawan
A.      7
B.      8
C.      9
D.      10
3.       Ada berapa pribadi yang memiliki kemampuan untuk wiraswasta
A.      4
B.      5
C.      6
D.      7
4.       Ada berapa unsure penting wiraswasta
A.      1
B.      3
C.      2
D.      4
5.       Ada berapa cirri perusahaan kecil secara umum
A.      4
B.      5
C.      6
D.      7

 
BAB 5
1.        Ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien adalah pengertian dari.....
a. Manajemen                                  c. Mendefinisikan
b. Kekuasaan                                          d. Menghitung
JAWABAN : a. Manajemen
2.        Yang bukan merupakan peran interpersonal seorang manajer adalah.............
a. Peran Bapak                                  c. Penghubung
b. Pemimpin                                      d. Pendiri
JAWABAN : d. Pendiri
3.        Yang dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah adalah....
a. Adam Smith                                          c. Frederick Winslow
b. Henri Fayol                                          d. Max Weber
JAWABAN : c. Freserick Winslow
4.        Sebagai sebuah sistem yang terdiri dari sekelompok individu yang melalui suatu hierarki sistematis dalam pembagian kerja dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara structural dan sistematis adalah pengertian dari....
a. Manajemen                    c. Kelompok
b. Organisasi                      d. Persekutuan 

JAWABAN : b. Organisasi 

5.       Suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertical adalah pengertian organisasi.....
a. Organisasi Garis                                      c. Organisasi Fungsional
b. Organisasi Garis dan Staf                      d. Organisasi Matrik
JAWABAN : b. Organisasi Garis dan Staf






BAB 6

1.       Tempat terjadinya transaksi jual beli (penjualan dan pembelian) yang dilakukan oleh penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu adalah pengertian dari.....
a. Pasar
b. Pemasaran
c. Toko
d. Pertokoan 
JAWABAN : a. Pasar

2.       Yang termasuk contoh pasar berdasarkan bentuk kegiatannya adalah....
a. Pasar Tradisional
b. Pasar Modern
c. Pasar Swalayan
d. Plaza
JAWABAN : c. Pasar Swalayan
3.       Yang bukan termasuk cirri-ciri pasar persaingan sempurna adalah....
a. Terdapat banyak penjual dan pembeli
b. Jenis barang yang diperjualbelikan homogeny
c. Harga ditentukan oleh pasar
d. Tidak ada campur tangan pemerintah dalam penentuan harga pasar 

JAWABAN : d. Tidak ada campur tangan pemerintah dalam penentuan harga pasar
4.       Berikut yang ukan termasuk dalam konsep-konsep pemasaran adalah....
a. Konsep Produksi
b. Konsep Manajerial
c. Konsep Pemasaran Sosial
d. Konsep Penjualan
JAWABAN : b. Konsep Manajerial
5.       Melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain adalah pengertian dari....
a. Public Relation
b. Direct Marketing
c. Sales Promotion
d. Advertising 
JAWABAN : b. Direct Marketing

BAB 7 

1. Yang bukan merupakan faktor-faktor penyebab berkembangnya manajemen produksi adalah....
a. Berkembangnya budaya
b. Revolusi industry
c. Berkembangnya teknologi dan alat computer
d. Adanya pembagian kerja
JAWABAN : a. Berkembangnya Budaya
2. Proses pencapaian dan pengutilisasian sumber daya yang ada guna memproduksi atau menghasilkan barang atau jasa yang berguna untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi adalah defenisi dari....
a. Produksi
b. Distribusi
c. Manajemen Produksi
d. Manajemen distribusi

JAWABAN : c. Manajemen Produksi

3
. Metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber antara lain tenaga kerja, bahan-bahan, dana dan sumberdaya lain yang dibutuhkan adalah pengertian dari....
a. Produksi
b. Manajemen Produksi
c. Proses Produksi
d. Proses manajemen produksi
JAWABAN : c. Proses Produksi
4. Berikut yang bukan termasuk dari fungsi dan system produksi adalah....
a. Perencana produksi
b. Pengendalian produksi
c. Pengawasan produksi
d. Pemasaran produksi

JAWABAN : d. Pemasaran Produksi

5. Berikut adalah hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan lokasi perusahaan adalah, kecuali....
a. Hubungan perusahaan dengan sumber ekonomi
b. Hubungan perusahaan dengan sejarah
c. Hubungan perusahaan dengan keluarga
d. Fleksibelitas
JAWABAN : c. Hubungan perusahaan dengan keluarga
BAB 8

1. Uang yang dimiliki seseorang pada hari ini tidak akan sama nilainya dengan satu tahun yang akan dating adalah salah satu contoh....
a. Konsep uang
b. Konsep waktu
c. Konsep nilai
d. Konsep nilai waktu dari uang
JAWABAN : d. konsep nilai waktu dari uang

2. Untuk mengetahui nilai uang yang akan dating kita dapat menngetahuinya dengan rumus.....
a. KO (arus kas awal)
b. An (annuity)
c. Fv (future value)
d. Pv ( present value)

JAWABAN : c. Fv ( future Value )

3
. Nilai sekarang dari jumlah yang diperoleh di masa mendatang adalah istilah lain dari....
a. Pv (present value)
b. An ( annuity)
c. Ko (arus kas awal)
d. Fv (future value)
JAWABAN : a. Pv ( present value) 
4. Suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu adalah pengertian dari.....
a. Pv ( present value )
b. An ( annuity)
c. Ko ( arus kas awal )
d. Fv ( future value )

JAWABAN : b. An ( annuity )

5. Rumus untuk menghitung nilai sekrang dari annuity adalah.....
a. PVAn = A1 [(S(1+i) n ] = A1 [ 1 – {1/ (1+ i)n /i } ]
b. VnP0= a = ---------(1 + i)n
c. VnP0= a = ---------i(1 + ----)n.mm
d. Sn = a [(1 + i)n-1 + … + (1 + i)1 + (1 + i)0]
JAWABAN : a. PVan = A1[(S(1+i)n] = [ 1 - { 1/(1+i)n/i } ] 

 
BAB 9

1.       Ada berapa keputusan manajer keuangan yang berkaitan dengan kegiatan
A.      3
B.      4
C.      5
D.      6
2.       Badan usaha diluar Bank dan lembaga keuangan bukan Bank disebut juga dengan
A.      Profitability
B.      Pembiayaan perusahaan
C.      Intern rate of return
D.      Value
3.       Kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa biaya maupun sewa operasi disebut juga dengan
A.      Usaha kartu kredit
B.      Anjak piutang
C.      Sewa guna usaha
D.      Pembiayaan konsumen
4.       Kegiatan pembiyaan perdagangan barang berdasarkan kebutuhan konsumen disebut dengan
A.      Pembiayaan konsumen
B.      Usaha kartu kredit
C.      Anjak piutang
D.      Sewa guna usaha
5.       Kegiatan pembiayaan bentuk pembelian piutang jangka pendek suatu perusahaan disebut dengan
A.      Sewa guna usaha
B.      Anjak piutang
C.      Usaha kartu kredit
D.      Pembiayaan konsumen

 

BAB 10

1.       Ada berapa perencanaan tenga kerja yang perlu diperhatikan
A.      2
B.      3
C.      4
D.      5
2.       Ada berapa perjanjian kerja bersama
A.      3
B.      4
C.      5
D.      6
3.       Dibagi berapa sumber daya manusia
A.      2
B.      3
C.      4
D.      5
4.       Menurut Dale Timpe (1989 ) ada berapa menegaskan cirri-ciri pegawai produktif
A.      9
B.      6
C.      7
D.      8
5.       Ada berapa instrument yang dapat digunakan dalam seleksi
A.      13
B.      12
C.      10
D.      9

 
BAB 11

1.       Ada berapa bentuk single step
A.      4
B.      3
C.      2
D.      1
2.       Ada berapa bentuk multiple step
A.      6
B.      5
C.      4
D.      3
3.       Ada berapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan laba rugi
A.      2
B.      3
C.      4
D.      5
4.       Ada berapa unsure-unsur laporan-laporan laba rugi
A.      5
B.      6
C.      7
D.      8
5.       Ada berapa tenaga keterampilan
A.      3
B.      4
C.      5
D.      6

 
BAB 12

1.       Keuangan perusahaan dibagi menjadi
A.      1
B.      2
C.      3
D.      4
2.       Pengurangan beberapa jenis asset baik dalam barang disebut dengan
A.      Devestasi
B.      Hak memesan
C.      Kebangrutan
D.      Estimasi
3.       Ada berapa biaya-biaya estimasi produksi
A.      6
B.      5
C.      4
D.      3
4.       Yang tidak termaksud biaya-biaya estimasi produksi adalah
A.      Biaya bahan baku
B.      Biaya tenaga kerja langsung
C.      Biaya overhead pabrik
D.      Kebangkrutan
5.       Laporan keuangan yang menunjukan berapa uang yang dipunyai oleh perusahaan disebut dengan
A.      Estimasi kas
B.      Estimasi produksi
C.      Estimasi konsumen
D.      Estimasi laba rugi