Karangan ilmiah juga disebut dengan karya ilmiah merupkan suatu tulisan penelitian atau hasil observasi oleh seseorang atau orang banyak. Dengan membuat karangan ilmiah peneliti dapat mengetahui hasil dari penelitian dengan baik dan dipahami oleh pembaca lainnya.
Terdapat beberapa macam karangan ilmiah. Contohnya adalah laporan ilmiah, makalah penelitian dan artikel. Penulisan itu dilakukan untuk tujuan keilmuan dan penelitian. Dengan menulis karangan ilmiah dapat digunakan untuk pembelajaran dan pengambilan kesimpulan dan kasus.
Penggunaan karangan ilmiah banyak ditulis oleh masyarakat pada jenjang perguruan tinggi untuk melakukan penelitian terhapad suatu kasus. Penulisan ilmiah yang ditulis juga digunakan sebagai tugas untuk memberikan laporan hasil penelitian.
Ciri-ciri dari penulisan ilmiah dapat dilihat dari empat aspek diantaranya adalah
- Struktur Sajian
- Komponen dan substansi
- Sikap penulis
- Penggunaan bahasa
Struktur sajian yang digunakan adalah urutan sajian dalam suatu makalah. Biasanya pada karya ilmiah terdapat 3 struktur yaitu pendahuluan, isi dan penutup. Pendahuluan merupakan penjelasan mengenai gambaran umum dalam materi penelitian. Dalam pendahuluan terdapat latar belakang , abstraksi, batasan masalah, metode penelitian. Sedangkan isi merupakan suatu inti dari penulisan ilmiah dan sampel dari pengambilan data. Lalu terakhir terdapat penutup yang merupakan kesimpulan dan saran dari penulis dalam melakukan penulisan ilmiah.
Komponen dan substansi merupakan komponen yang dibutuhkan pada karya ilmliah yang dibuat tergantung dari penulis yang dibutuhkan. Komponen dan substansi yang dibutuhkan berdasarkan jenis penelitian dan metode penelitian yang digunakan oleh peneliti.
Sikap penulis dalam membuat karya ilmiah haruslah objektif sesuai dengan hasil penelitian dan data sampel yang diambil
Ciri lainnya adalah dalam penggunaan bahasa. Bahasa yang digunakan pada karya ilmiah menggunakan bahasa yang baku dan menggunakan gaya bahasa impersonal.
Contoh bentuk dari karya ilmiah
Abstraksi
Pendahuluan
- Latarbelakang
- Tujuan Penelitian
- Metode Penelitian
- Pembatas masalah
- Sistematika penulisan
Teori dasar
Pembahasan
Penutup
KARANGAN NON ILMIAH
Karangan non ilmiah dibuat dengan penulis berdasarkan pengalaman penulis sehingga hasil yang diperoleh dari karangan non ilmiah bersifat subjektif bukan objektif. Sehingga berbeda dengan karya ilmiah yang memiliki bukti dan fakta-fakta dari berbagai sumber dan umum. Dalam penulisan non ilmiah semua orang dapat memberikan ekspresi, imajinasi serta kebebasan dalam menulis sehingga karya ilmiah digunakan oleh semua kalangan.
Terdapat beberapa contoh karangan non ilmiah diantaranya adalah novel, cerpen, dongeng dan naskah drama. Penulisan tersebut tidak dibatasi oleh fakta namun dapat berisikan ilustrasi dan imajinasi penulis.
Terdapat beberapa ciri-ciri dari penulisan karya non ilmiah
Tidak dibatasi oleh struktur bahasa yang baku
Penulis dapat memberikan penjelasan yang imajinatif
Tidak terdapat pembatasan dalam struktur penulisan
SIFAT –SIFAT PENULISAN ILMIAH DAN NON ILMIAH
|
PENULISAN ILMIAH |
PENULISAN NON ILMIAH |
|
Bahasa yang digunakan baku |
Bahasa yang digunakan bebas tidak harus baku |
|
Terdapat sturkur dalam membangun penulisan |
Bebas tidak dibatasi struktur penulisan |
|
Penggunaan gaya bahasa bersifat impersonal |
Penggunaan gaya bahasa bersifat persuasif |
|
Terdapat fakta dan sampel |
Tidak harus fakta namun dapat bersifat imajinatif |
|
Bersifat Objektif dalam mengambil kesimpulan |
Dapat bersifat subjektif dalam kesimpulan |
Sumber : http://slamethidayatulloh.weebly.com/tugas-bahasa-indonesia-2/category/tugas%20softskill%20bahasa%20indonesia%201%20karangan8f4e2ab20b
Tidak ada komentar:
Posting Komentar